Friday, December 31, 2010

[FF/S/1S/NC-17] I LOVE YOU AND I LOVE YOU



terinspirasi dari manga "After School Wedding"

============================

Semua mata murid perempuan di sekolah itu menatap seorang guru pria yang tengah berjalan di koridor sekolah. Tampankah? tskk.. sayangnya tidak. Semua murid itu memberi tatapan kepada guru muda itu dengan tatapan aneh. Mereka bahkan dengan terang-terangannya "memuji" penampilan guru itu.

"Tskk.. Kau lihatlah penampilannya. Benar-benar aneh. Rambut berantakan seperti itu. Kacamatanya. Tskk.. Benar-benar di luar perkiraanku,"ucap salah seorang murid.

"Dan kau tau? Aku padahal sebelumnya sudah membayangkan bahwa Choi Jonghoon yang kepala sekolah maksud itu setampan Ulzzang Choi Jonghoon, tapi nyatanya? Astaga!!!!Benar-benar di luar perkiraan,"ucap yang lain.

"Maksudmu apa, Yewon-a? Tidak setampan Choi Jonghoon? bukankah namanya memang Choi Jonghoon?,"tanya gadis yang lain.

"Aigoo~~ Yunmi-a, kau ini. Jangan kau katakan bahwa kau tidak mengenal Ulzzang Choi Jonghoon. Pria paling tampan abad ini. Bahkan Wonbin pun kalah,"jawab Yewon.

"Benarkah?,"tanya Eunra sangsi, temannya yang lain.

"Ah? Anio!!! Tentu saja Wonbin ku lebih tampan dan paling tampan,"ralat Yewon.

"Yunmi-a, apa kau benar-benar tidak mengetahui satupun ulzzang?,"tanya Yewon kembali menatap Yunmi dan gadis itu menggeleng.

"Tskk.. kau ini menyebalkan. Sayang aku tidak membawa majalah. Hmm... besok akan aku bawakan kalau begitu,"ucap Yewon.



Tentu saja aku tau siapa Choi Jonghoon yang kalian maksud. Dia kan suamiku



"Apa kau murid yang bernama Yunmi?,"tiba-tiba guru yang sedari tadi mereka bicarakan sudah berdiri di hadapan mereka. Yewon dan Eunra langsung berpura-pura mengerjakan sesuatu seolah tidak pernah membicarakan apapun tentang guru itu.

"I... Iya,"jawab Yunmi.

"Pulang sekolah nanti temui aku di Lab. Biologi,"ucap Jonghoon lalu pergi dari sana.

"Apakah dia mendengar ucapan kita?,"tanya Eunra.

"Tentu saja,"jawab Yewon.

"Hhahah... bodoh sekali,"tiba-tiba Yewon langsung tertawa.

"Kenapa?,"tanya Yunmi dan Eunra berbarengan.

"Tadi kepala Jonghoon songsaengnim terantuk. hhahaha...,"jawab Yewon masih tertawa.

"Ya!! Hentikan!! Bisa-bisa dia mendengarmu, Yewon-a!,"ucap Eunra memperingatkan.



Tskk... Anak-anak itu. Kalau bukan karena aku sudah terlanjur berjanji pada Yunmi, aku tidak mungkin merubah penampilanku seaneh ini.



Yunmi hanya tersenyum kecut mendengar perkataan teman-temannya tentang guru aneh yang sebenarnya adalah suaminya itu.



Tskk.. Kalian itu menyebalkan. Hhh.. Tapi biarkanlah. Lebih baik kalian memandangnya aneh sepeti itu dari pada kalian tau yang sebenarnya. Suamiku itu memang di sekolah sengaja bersikap dan berpenampilan aneh, tapi kalau di atas ranjang....



"Yunmi-a, ada apa denganmu? kenapa senyum-senyum seperti itu?,"tegur Eunra yang melihat Yunmi tersenyum sendiri.

"Ah? Tidak. Tidak ada apa-apa,"jawab Yunmi.

"Tskk... Kau aneh sekali,"komentar Yewon.



"Kim Yunmi disini,"ucap Yunmi masuk ke dalam lab. biologi dan menutup pintu ruangan itu. Jonghoon yang berada di dalam langsung menghampiri Yunmi dan tanpa basa-basi mencumbu leher gadis itu.

"Choi songsaengnim,"ucap Yunmi dengan napas tercekat.

"Panggil namaku, Yunmi-a. Tidak ada seorang pun disini,"ucap Jonghoon tetap mencumbu leher gadis itu. Yunmi akhirnya memejamkan mata dan menerima dengan pasrah cumbuan dari Jonghoon. Dia bahkan tidak sadar bahwa dirinya sekarang sudah terbaring di atas meja praktek.

"Jonghoon-a, ini sekolah,"ucap Yunmi.

"Kenapa? Tidak ada orang disini. Aku capek terus berpura-pura,"jawab Jonghoon dan kini mencumbu bibir Yunmi, membungkam mulut gadis itu agar tidak terus melontarkan kalimat bernada protes. Dan selanjutnya, Yunmi benar-benar pasrah terhadap semua yang Jonghoon lakukan padanya, pada tubuhnya.

============================



"Oh? Kau datang,"ucap Jonghoon dengan penampilan berbeda dari sebelumnya, kini pria itu terlihat sangat tampan, bahkan Yunmi sendiri sampai menahan napasnya melihat penampilan Jonghoon sekarang.

"Apa kau masih ada sesi pemotreatan?,"tanya Yunmi.

"Masih. Kau ada apa menghampiriku kemari? Tidak biasanya,"tanya Jonghoon.

"Aku tadi habis berbelanja. Dan karena lokasi pemotretanmu dekat, jadi aku datang saja,"jawab Yunmi.

"Jonghoon-ssi!!,"panggil fotografer.

"Aku kesana dulu. Tunggulah,"ucap Jonghoon menepuk bahu Yunmi lalu pergi meninggalkan gadis itu. Yunmi pun mau tak mau melihat sesi pemotretan itu dengan gadis-gadis yang ntah ada berapa jumlahnya dan terus berteriak memanggil-manggil suaminya itu.



Malang sekali nasibku mempunyai suami setampan itu



"Jonghoon-ssi,ada apa dengan ekspresimu?,"tanya fotografer itu.

"Belakangan ini aku bersikap sangat tidak keren,"jawab Jonghoon lalu kembali berpose dan menunjukkan ekspresi yang pasti akan membuat gadis-gadis pingsan.



Akhirnya pekerjaan Jonghoon selesai dan kini mereka berdua duduk di cafe. Jonghoon menatap wajah Yunmi dengan intens hingga membuat wajah gadis itu merona.

"Kenapa menatapku seperti itu?,"tanya Yunmi dan Jonghoon hanya tersenyum dan menggeleng tanpa melepas tatapannya dari Yunmi.

"Oh? Bukankah itu teman-temanmu?,"ucap Jonghoon beberapa saat kemudian. Yunmi menoleh dan langsung menundukkan wajahnya saat dilihatnya Yewon dan juga Eunra berjalan mendekat.

"Ommo~~ Itu Jonghoon kan?,"ucap Eunra.

"Ahh... Tampan sekali,"ucap Yewon.

"Eh? Bukankah itu Yunmi?,"ucap Yewon kemudian saat melihat sosok Yunmi.

"Yunmi-a!!!,"Yewon memanggilnya dan Yunmi akhirnya berdiri dan menoleh dengan senyum yang dipaksakan.

"Bagaimana kau bisa dengan Jonghoon?,"tanya Eunra langsung. Yunmi hanya meneguk ludahnya dan tidak tau harus bicara apa.

"Hai!! Aku Jonghoon, sepupunya Yunmi,"jawab Jonghoon mengambil alih dan merangkul bahu Yunmi. Membuat ketiga gadis itu membelalakkan matanya.



"Ya!!!! Kenapa kau mengatakan hal itu?,"ucap Yunmi masuk ke kamar mandi dan menutup pintu.

"Aku tidak punya jawaban lain. Lagipula sudah terlanjut,"jawab Jonghoon yang kini sedang membasuh tubuhnya di dalam shower. Pria itu kemudian keluar dan masuk ke dalam bathtub.

"Sudahlah, jangan dipikirkan. Kemari!,"ucap Jonghoon dan akhirnya Yunmi pun ikut masuk ke dalam bathtub.

"Ya!! Kau tidak usah cemas begitu!,"ucap Jonghoon.

"Tskk... Bagaimana mungkin? Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi besok,"ucap Yunmi kesal.

"Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Yang penting aku selalu bersamamu,"ucap Jonghoon memeluk tubuh Yunmi dan memulai "aksinya"

"Ya!!! Kau menyentuh dimana? Aishhh... Air hangat akan masuk kesana,"ucap Yunmi.

"Aku tidak peduli,"ucap Jonghoon dengan evil smilenya dan melanjutkan mencumbu tubuh Yunmi.

======================



"Eh? Apa ini?,"ucap Yunmi kaget saat Yewon meletakkan bertumpuk-tumpuk HVS di hadapannya.

"Kertas untuk ditandatangani oleh Choi Jong Hoon. Kau harus memberikan kami tanda tangannya. Kau bahkan menyembunyikan kenyataan bahwa kau adalah sepupunya pada sahabatmu sendiri,"jawab Yewon.

"Tapi...,"ucap Yunmi serba salah.

"Aku juga mau tanda tangan Jonghoon. Kau harus memberiku juga,ya!,"ucap Jonghoon yang tiba-tiba sudah berdiri disana.

"Tskk.. Kau aneh sekali, Choi songsaengnim,"ucap Yewon dan kemudian semua gadis-gadis langsung kembali ke tempat duduknya masing-masing.



Yunmi duduk di atap sekolah dan memandang foto pernikahannya dengan Jonghoon.

"Hhh... Foto ini lah yang membuatku yakin bahwa kita benar-benar sudah menikah,"gumam Yunmi. Sebenarnya, dirinya dan Jonghoon adalah tetangga sejak kecil. Dulu Jonghoon pernah mengatkan,"Aku lebih tua darimu. Kau boleh memanggilku Jonghoon jika kau menikah denganku" karena Yunmi selalu memanggilnya "Jonghoon" dan tidak mau memanggilnya dengan sebutan "Oppa" padahal Jonghoon lebih tua darinya. Yunmi sebenarnya menyukai Jonghoon dari dulu. Atau bisa dikatakan bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan. Dan Yunmi tentu saja kaget saat Jonghoon tiba-tiba melamarnya dan akhirnya menikah dengannya. Jika tidak ada foto itu, mungkin Yunmi akan merasa bahwa itu adalah mimpi.

"Ahh? Fotonya!!,"ucap Yunmi saat foto itu terbang tertiup angin.

"Bagaimana kalau ada yang melihatnya? ahhh~~ Andwae!!,"ucap Yunmi berusaha mengambil foto itu tetapi foto itu ternyata jatuh ke kolam berenang.

"Tskk.. Baiklah, aku akan mengambilnya,"ucap Yunmi lalu mengambil alat untuk membersihkan kolam, tetapi karena foto itu cukup jauh, akhirnya tidak sampai. Yunmi pun akhirnya menceburkan dirinya ke kolam.

"Hoa~~ Dalam sekali!!!,"ucap Yunmi menggapai-gapai. Dirinya memang tidak bisa berenang dan ditambah dengan postur tubuhnya yang pendek, kakinya akhirnya tidak sampai ke dasar kolam.



"Yunmi-a~~,"Yewon membuka pintu atap dan mencari Yunmi. Matanya langsung terbelalak saat dilihatnya Yunmi menggapai-gapai di kolam.

"Ya!! Apa yang kau lakukan?,"teriak Yewon panik.

"Ada apa?,"tanya Jonghoon yang tiba-tiba saja datang.

"Yunmi,"jawab Yewon menunjuk ke arah kolam. Jonghoon langsung melepas kacamata dan jas nya lalu berlari menuju kolam. Yewon hanya bisa diam mematung saat Jonghoon berlari melewatinya.

"Ulzzang Jonghoon...,"gumam Yewon tetap bergeming.

Jonghoon akhirnya berhasil membawa tubuh Yunmi dan meletakkan tubuh gadis itu di pinggir kolam. Jonghoon memberikan napas buatan agar Yunmi tersadar dan akhirnya gadis itu pun bangun.

"Jonghoon-a,"ucap Yunmi.

"Aku disini, Yunmi-a. Kau tenang saja,"ucap Jonghoon lalu membuka kemejanya dan menyelimutkannya ke tubuh Yunmi. Dia kemudian menggendong tubuh Yunmi.

"Kuharap ini jadi rahasia kita,"ucap Jonghoon pada Yewon sebelum berlalu dari sana.



"Oh? Jonghoon-a,"Yunmi tersadar.

"Fotonya?,"tanya Yunmi kemudian.

"Ini?,"tanya Jonghoon menunjukkan foto itu.

"Hhh... Syukurlah,"ucap Yunmi lega.

"Jadi kau menceburkan diri hanya untuk mengambil foto ini, huh?,"tanya Jonghoon tidak percaya.

"Aku hanya tidak mau ada orang yang melihatnya,"jawab Yunmi.

"Tskk.. Ya! Aku tidak masalah dengan sikapmu yang selalu mengkhawatirkan sesuatu, tapi aku mohon jangan membuatu khawatir!,"ucap Jonghoon.

"Ne. Mianhae!,"ucap Yunmi.

"Kau pulanglah. Aku masih ada kelas,"ucap Jonghoon.

=======================



"Ya!!! Bukankah itu Hyuna!"ucap Eunra. Yewon yang tengah berjalan bersamanya langsung menghentikan langkahnya dan menatap Jonghoon yang kini tengah berbicara dengan Hyuna. Kemudian Jonghoon masuk ke dalam mobil gadis itu.

"Ya! Kenapa Choi songsaengnim bisa mengenalnya?"tanya Eunra.

"Ntahlah. Sudahlah, tidak usah dipikirkan,"ucap Yewon lalu kembali berjalan. Pikirannya saat ini benar-benar kacau. Fakta bahwa Choi songsaengnim adalah ulzzang dan suami Yunmi saja sudah membuat kepalanya pusing, ditambah lagi pemandangan tadi. Untuk apa Jonghoon bersama Hyuna? Bukankah mereka sudah putus? Bukankah kini dia sudah menjadi suami Yunmi? Apa masih pantas jika dia bersikap begitu terhadap mantan pacarnya?



Yunmi dengan puas menatap meja makan di hadapannya. Akhirnya dia berhasil memasakkan makanan untuk Jonghoon dan dia menjamin bahwa masakan itu layak untuk dimakan dan tidak akan menyebabkan keracunan.

"Baiklah, aku akan menunggu Jonghoon. Lalu kami akan makan bersama sambil membicarakan masa depan kami selanjutnya,"ucap Yunmi bahagia. Yunmi terus menunggu tetapi Jonghoon belum juga pulang, padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.

KRINGG....

"Jonghoon-a!,"Yunmi langsung menjawab telpon dengan wajah berseri.

"Ini aku Yewon, Yunmi-a,"ucap suara dari seberang.

"Oh. Ada apa?,"tanya Yunmi.

"Apa Choi songsaengnim sudah pulang?,"tanya Yewon.

"Belum. Kurasa dia masih ada pekerjaan,"jawab Yunmi. Yewon terdiam. Dia benar-benar dilema sekarang.

"Yunmi-a, kurasa Choi songsaengnim hanya mempermainkanmu,"ucap Yewon akhrinya.

"Eh?,"tanya Yunmi.

"Pulang sekolah tadi, aku melihatnya bersama Hyuna,"jawab Yewon dan Yunmi langsung terpaku.

"Yunmi-a, aku pulang! Wahh.. Kau membuatkanku makan malam,"ucap Jonghoon yang baru saja pulang. Yunmi langsung menutup sambungan terlpon.

"Apa kau habis bertemu dengan mantan pacarmu?,"tanya Yunmi dengan tatapan kesal. Jonghoon terdiam. Yunmi pun menggigit bibir bawahnya mencegah agar tangisnya tidak pecah.

"Kau tau, sampai saat ini aku masih tidak percaya bahwa kita telah menikah. Apa kau benar mencintaiku,huh?,"tanya Yunmi dan Jonghoon tetap diam.

"Joha. Kau tidak bisa menjawabnya. Pada kenyataannya aku tetaplah bertepuk sebelah tangan. Sampai kapan pun kau tidak akan bisa mencintaiku. Aku tidak secantik mantan-mantanmu, aku tau itu. Lantas, apa alasanmu menikahiku?,"ucap Yunmi, tetapi Jonghoon tetap bungkam. Yunmi kemudian menarik napasnya panjang dan kini air mata benar-benar siap tumpah dari matanya.

"Kita bercerai saja!,"ucap Yunmi akhirnya.

"Araseo,"jawab Jonghoon.

=========================



"Ya!!! Yewon-a, Yunmi-a, lihatlah!!! Jonghoon muncul di majalah fashion paris,"ucap Eunra yang datang membawa majalah.

"Dia semakin keren saja,"ucap Eunra. Kemudian anak-anak di kelas itu mengerubungi Eunra dan memuji-muji semua foto-foto Jonghoon yang ada disana. Yewon menatap Yunmi dengan prihatin.Tiga bulan belakangan ini temannya itu benar-benar berubah. Dia menjadi pendiam seperti.

"Yunmi-a, kau menyesalkah?,"tanya Yewon.

"Dialah yang meninggalkanku,"ucap Yunmi.

"Tskk.. Jangan membohongi perasaanmu. Aku tau kau masih mencintainya,"ucap Yewon.

"Tapi dia sudah bahagia si Paris. Dengan kehidupan barunya. Dan lagipula, aku sudah bercerai dengannya,"jawab Yunmi menopang dagunya lalu menunduk menyembungikan tangisannya. Yewon hanya bisa menepuk-nepuk bahu Yunmi lembut, mencoba memberi ketegaran pada gadis itu.



Yunmi berjalan dengan lesu menuju rumahnya. sejujurnya dia malas menginjakkan kakinya di rumah itu. Tanpa Jonghoon disana rumah itu terasa sepi. Dia tidak bisa kembali ke rumah orang tuanya karena kedua orang tuanya tidak tau bahwa mereka sudah bercerai dan mereka hanya tau bahwa Jonghoon pergi sementara untuk bekerja.

"Aku kembali, Yunmi-a,"Yunmi langsung mendongakkan kepalanya mendengar suara itu dan melihat Jonghoon berdiri di depan pagar rumahnya. Yunmi hanya bisa terpaku. Penampilan Jonghoon sekarang benar-benar 1000x lebih keren dari pada dulu. rasanya dia benar-benar tidak bisa berubuat apa-apa. Jonghoon berjalan menghampirinya dan kini berdiri tepat di hadapannya.

"Aku kembali. Sebagai suamimu,"ucap Jonghoon dan Yunmi hanya bisa mengerjapkan matanya.

"Kita masih sah sebagai suami istri, Yunmi-a. Surat perceraian itu belum aku serahkan ke pengadilan dan tidak akan pernah,"ucap Jonghoon.

"Yunmi-a, kenapa kau diam saja? Apakah kau sangat terpesona dengan penampilanku?,"tanya Jonghoon dan Yunmi mengangguk seperti orang bodoh, membuat pria itu tertawa.

"Baiklah, sekarang kau tetap saja pandang aku begitu dan biarkan aku berbicara,"ucap Jonghoon.

"Aku berdandan keren seperti ini karena aku akan mengatakan sesuatu yang sangat tidak keren,"ucap Jonghoon. Pria itu menopang dagunya dan berpikir sejenak.

"Waktu itu kau bertanya padaku mengapa aku menikahimu dan jawabannya adalah karena aku ingin melihat senyummu,"ucap Jonghoon.

"Ne?,"tanya Yunmi.

"Kau selalu menatapku dengan wajah seperti ingin menangis tiap kali aku didekati gadis-gadis. Padahal aku berpenampilan keren adalah untukmu, tapi aku tidak menyangka bahwa itu justru membuatmu sedih. Dan untuk itu, aku menikahimu, sehingga aku bisa melihat senyummu saat menatapku, tidak dengan ekspresi yang dulu selalu kau berikan saat menatapku,"ucap Jonghoon.

"Aishshhh!!! Kata-kata itu benar-benar tidak keren,"ucap Jonghoon frustasi.

"Sudahlah, intinya adalah aku mencintaimu dan benar-benar mencintaimu,"ucap Jonghoon dan Yunmi tertawa menatap ekspresi pria itu. Yunmi menarik lengan baju Jonghoon perlahan dan membuat pria itu menoleh. Jonghoon yang sudah mengerti maksud Yunmi langsung memeluk tubuh gadis itu dan menundukkan wajahnya untuk mencium bibir gadis itu.

"Kumohon kau jangan pernah melontarkan pertanyaan konyol seperti itu lagi karena aku benar-benar tidak mau mengatakan perkataan yang sama sekali tidak keren untuk kedua kalinya,"ucap Jonghoon.

===============END================

it's originally from me.
Please don't take this fanfic without my permission.
don't copy my story and change everything from this story!!!

 
 

Followers

My Update

There was an error in this gadget