Monday, June 13, 2011

[FF/S/NC-17/8] CHERISH YOUR HEARTACHE

previous chapter: 1|2|3|4|5|6|7



TITLE: CHERISH YOUR HEARTACHE
GENRE: ROMANCE
LANGUAGE: BAHASA INDONESIA
RATING: NC-17/Straight
CASTS:
- Oh Won Bin
- Han Ye Won
- Song Seung Hyun


“Aku minta maaf,”ucap Wonbin dan Yewon sedikit terkejut. Dia padahal sudah berusaha meyakinkan dirinya bahwa yang Wonbin ucapkan tadi hanyalah ilusinya, tapi kenapa tiba-tiba pria itu meminta maaf?
“Oppa, kenapa meminta maaf? Memang kau salah apa?,”tanya Yewon dan Wonbin menghela napasnya.
“Karena tadi aku sudah bersikap kasar padamu, aku sudah membuatmu takut,”jawab Wonbin dan setelah ucapan itu keheningan menyelimuti kamar Yewon. Yewon menunduk menatap bantal yang ada di pangkuannya, menghindari tatapan Wonbin yang kini menatapnya.
“Aku tau yang aku katakan tadi memang terdengar gila, tapi itulah kenyataanya,”ucap Wonbin dan Yewon menatapnya, membalas tatapan lembut dan sungguh-sungguh yang pria itu berikan padanya.
“Sebenarnya aku berniat untuk menutupi hal itu seumur hidupku, tapi ternyata aku tidak bisa. Aku berkali-kali meyakinkan diriku bahwa itu bukanlah perasaan cinta. Bahwa perasaan itu hanyalah perasaan biasa seorang kakak terhadap adik, tapi ternyata tidak. Semakin aku menepis perasaan itu, justru semakin kuat perasaan itu tertanam disini,”ucap Wonbin menyentuh jantungnya.
“Aku tau kau pasti merasa kaget. Kau pasti tidak pernah menyangka bahwa aku memiliki perasaan seperti itu padamu. Tapi aku ingin kau paham, Yewon-a. perasaanku padamu tidaklah terlarang. Kita bukanlah saudara kandung, dan tidak ada yang bisa menghalangi perasaan ini,”jelas Wonbin.
“Aku mengerti, bahwa ini terdengar bodoh, apalagi aku mengungkapkannya saat aku tau kau sudah mempunyai kekasih. Tapi jujur saja, Yewon-a. aku benar-benar cemburu tiap kali kau menyebut nama Seunghyun. Apalagi hari ini kau membawanya kesini. Benar-benar sulit menahan diri untuk tidak langsung menghajarnya saat melihat dia menyentuhmu,”ucap Wonbin lagi kemudian tersenyum samar dan berdiri.
“Kau tidak usah memusingkannya. Tenang saja,”ucap Wonbin lalu pergi. Yewon hanya terdiam, bagaimana mungkin dia tidak memikirkan semua itu? Bagaimana mungkin dia mengindahkan perasaan yang Wonbin pendam untuknya selama ini?
“Apa yang harus aku lakukan?,”gumam Yewon.

==============================

“Jagya, kau kenapa?,”rajuk Seunghyun karena untuk kesekian kalinya Yewon menghindari pelukannya.
“Aku kenapa?,”Yewon balik bertanya, menoleh menatap Seunghyun dan dilihatnya Seunghyun dengan wajah tertekuk.
“Kau kenapa jadi seperti ini? Kau tau? Beberapa hari belakangan ini sikapmu aneh. Tiap kali aku menyentuhmu, kau pasti akan langsung menarik diri. Ada apa? Apakah ada yang salah denganku,huh? Atau kau tidak suka dengan sikapku? Katakan, jagi! Jangan seperti itu,”ucap Seunghyun. Yewon terdiam. Dia sendiri tidak tau kenapa jadi seperti ini. Dan jujur saja, sejak ‘pernyataan’ cinta Wonbin tempo hari, ntah kenapa tiap kali Seunghyun menyentuhnya, wajah Wonbin pasti akan langsung terlintas. Padahal jika dipikir-pikir, Wonbin tidak melarangnya untuk bermesraan dengan Seunghyun. Dia hanya mengatakan untuk tidak melakukan hal itu di depannya dan ini di apartemen Seunghyun, jadi tentu saja jika dia bermesraan dengan Seunghyun pun Wonbin tak akan melihatnya. Selagi Yewon berpikir, ternyata Seunghyun mengambil kesempatan itu untuk mencumbu Yewon. Pria itu menyingkirkan helaian rambut Yewon dan menciumi tengkuk gadis itu. Tangan Seunghyun pun melingkar dengan sempurna di pinggang Yewon dan bahkan kini menyusup ke dalam kaosnya. Otak Yewon mengatakan untuk menghentikan ini, tetapi tubuhnya tidak bereaksi apa-apa. Dia justru mendongakkan kepalanya, memberikan akses yang lebih mudah pada Seunghyun untuk menyusuri lehernya. Napas pria itu terdengar memburu dan menyapu tengkuk Yewon dan dia bisa merasakan bahwa gairah Seunghyun terus naik dan naik. Dia tau tanda bahaya sudah berbunyi di otaknya, tapi tubuhnya benar-benar tidak bisa menerima perintah otaknya itu. Tangannya kini memegang rambut Seunghyun dan meremasnya dan ternyata itu membuat Seunghyun semakin bernapsu dan kini mengalihkan bibirnya dari leher Yewon ke bibir gadis itu. Yewon dengan sudah payah membalas ciuman Seunghyun yang tidak beraturan. Dia tidak bisa mengikuti ritme yang diciptakan Seunghyun, hingga akhirnya dia hanya sesekali membalas kecupan pria itu. Tangan Yewon langsung menahan tangan Seunghyun di dalam kaosnya saat pria itu hendak menaikkan tangannya semakin ke atas. Seunghyun pun akhirnya pasrah saja menerimanya, dia sadar mungkin Yewon belum siap melakukan ini, tapi bukannya berhenti, Seunghyun justru semakin menjadi menyentuh titik-titik sensitif gadis itu dengan tangannya. Dia dengan sengaja menyusuri tubuh Yewon dengan perlahan dari luar, mencoba membangkitkan gairah gadis itu, sehingga pada akhirnya Yewon akan pasrah di dalam pelukannya. Yewon hampir saja benar-benar terlena dan berpasrah diri pada Seunghyun jika saja wajah Wonbin tidak tiba-tiba terlintas di benaknya. Diapun mendorong bahu Seunghyun dengan perlahan, sebagai isyarat agar pria itu menjauh. Seunghyun pun menjauhkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Napasnya terdengar memburu dan Yewon tau bahwa Seunghyun sedang berusaha meredakan napsunya yang belum sepenuhnya tersalurkan.
“Maaf,”ucap Yewon dan Seunghyun membuka matanya.
“Kenapa?,”tanya Seunghyun heran tetapi Yewon tidak menjawab dan wajah gadis itu terlihat bersemu. Seunghyun tersenyum dan membelai pipi Yewon perlahan.
“Tidak masalah. Kita bisa melakukannya perlahan,”ucap Seunghyun dengan senyum manis tersungging di bibirnya.

=====================================

Yewon duduk di ruang tv dan Wonbin pun berada disana, cukup jauh dari tempatnya duduk. Wonbin menyipitkan matanya saat menatap Yewon. Dia langsung menghampiri Yewon dan duduk di samping gadis itu. Dia menahan tangan Yewon yang saat itu terjulur untuk mengambil popcorn.
“Ada apa?,”tanya Yewon menoleh bingung.
“Apa kau habis bercinta dengan Seunghyun?,”tanya Wonbin langsung dan Yewon membulatkan matanya.
“Apa?,”tanya Yewon kaget. Wonbin menyibakkan rambut Yewon dan mengepalkan tangannya kesal saat dilihatnya beberapa kissmark disana.
“Ini apa?,”tanya Wonbin menunjuk kissmark itu. Yewon buru-buru menepis tangan Wonbin dan merapikan rambutnya.
“Ya! Jawab aku! Apakah kau habis melakukan itu,huh?,”tanya Wonbin menuntut.
“Tidak,”jawab Yewon tidak peduli dan memakan popcorn nya.
“Lalu itu apa?,”tanya Wonbin berusaha mengontrol suaranya agar tidak terdengar kesal. Yewon menoleh dengan kesal menatap Wonbin.
“Itu bukan urusanmu, oppa! Haruskah aku melaporkan semua hal yang aku dan Seunghyun lakukan padamu,huh?,”tanya Yewon kesal.
“Bukankah tadi aku sudah menjawab pertanyaanmu? Seharusnya itu cukup,”ucap Yewon benar-benar kesal.
“Apakah semudah itu dia menyentuhmu,huh?,”tanya Wonbin kemudian.
“Memangnya kenapa? Dia kekasihku. Apa aku salah?,”jawab Yewon sama kesalnya.
“Baiklah, terserah kau saja,”ucap Wonbin memutuskan untuk menyudahi perdebatan itu. Dia tau Yewon sudah terpancing emosinya dan dia tidak ingin emosi gadis itu meledak. Yewon pun akhirnya kembali menonton dan memakan popcorn nya dengan kesal. Wonbin yang di sebelahnya menoleh menatap Yewon.
“Maafkan aku!,”ucap Wonbin seraya mengambil popcorn yang ada di pangkuan Yewon. Yewon mendelik sebal padanya.
“Lain kali jangan seperti itu! Kau benar-benar menyebalkan,”ucap Yewon.
“Pria pencemburu,”cibir Yewon yang masih bisa didengar Wonbin.
“Ya! Tentu saja aku cemburu. Mana mungkin tidak?,”ucap Wonbin kesal tapi begitu Yewon menoleh dengan tatapan membunuh, Wonbin langsung membungkam mulutnya.
“Seandainya saja aku bisa leluasa menyentuhmu,”gumam Wonbin dan Yewon langsung menoleh.
“Apa?,”tanya Yewon dan Wonbin langsung memalingkan wajahnya. Semua terasa berbeda semenjak hari ‘pengakuan’ itu dan semua menjadi semakin sulit, terutama untuk Wonbin. Benar-benar sulit baginya untuk tetap tinggal berdua bersama Yewon tanpa pikiran kotor berkeliaran di benaknya. Otaknya menjadi sekacau itu karena ucapan Jonghoon tempo hari,”Pasti sulit menahan hormonmu jika tinggal satu atap dengan wanita yang kau cintai. Aku saja jadi semakin rutin bercinta dengan Yunmi.” Wonbin langsung merasakan wajahnya memanas saat dia kembali teringat ucapan itu. Wonbin pun buru-buru pergi sebelum dia lepas kendali dan menerkam Yewon saat itu juga. Yewon hanya menoleh bingung menatap kepergian Wonbin.
“Apakah dia marah?,”gumam Yewon.

===================================

Yunmi menatap Yewon yang kini duduk di hadapannya, memakan makan siangnya.
“Kenapa terus menatapku, Yunmi-a?,”tanya Yewon.
“Apa tidak ada suatu hal yang ingin kau ceritakan padaku?,”Yunmi balas bertanya.
“Apa?,”tanya Yewon bingung.
“Tskk… Jangan pura-pura bodoh, Yewon-a. aku sudah tau,”ucap Yunmi kesal.
“Aku sudah tau bahwa Wonbin oppa menyatakan cintanya padamu,”ucap Yunmi kemudian dan langsung membuat Yewon tersedak. Yunmi menyodorkan segelas air putih pada Yewon.
“Ya! Dari mana kau tau?,”tanya Yewon setelah meminum air itu.
“Tentu saja dari Jonghoon oppa,”jawab Yunmi.
“Jadi Wonbin oppa mengatakannya pada Jonghoon oppa?,”tanya Yewon kaget.
“Tentu saja. Mereka kan bersahabat baik. Dan aku benar-benar iri. Kau yang sahabatku malah tidak menceritakannya,”ucap Yunmi kesal.
“Ya! Memang kau pikir itu hal yang bagus untuk diceritakan,huh?,”tanya Yewon heran.
“Memang apa salahnya dengan hal itu?,”Yunmi balas bertanya.
“Ya! Kalau aku boleh menasihatimu. Kau boleh berhubungan dengan Wonbin oppa, kau bahkan boleh bercinta dengannya,”ucap Yunmi yang langsung mendapat jitakan di kepalanya.
“Ya! Aku belum selesai bicara!,”protes Yunmi.
“Ucapanmu sudah melantur, Yunmi-a,”ucap Yewon.
“Tskk.. dengar, pokoknya kau boleh melakukan hal itu karena secara biologis kalian tidak ada hubungan darah, jadi kau tenang saja. Jika nanti kau hamil anaknya Wonbin oppa, anakmu tidak akan cacat karena masalah gen,”ucap Yunmi lagi dan Yewon langsung menunduk, melanjutkan acara makannya. Dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Yunmi yang semakin hari semakin kotor.
“Atau… kau sudah pernah bercinta dengan Seunghyun?,”tanya Yunmi kemudian dan untungnya Yewon sudah menelan makanan di mulutnya jadi gadis itu tidak tersedak untuk kedua kalinya.
“Pasti belum,”ucap Yunmi menyimpulkan.
“Ternyata kau masih perawan, Yewon-a,”ucap Yunmi senang yang berlebihan.
“Ya! Kau harus memberikan itu pada pria terbaik. Jangan asal menyerahkannya. Dan menurutku… kau tidak perlu terlalu jauh mempertimbangkannya. Hanya pikirkan dan putuskan kau akan menyerahkannya pada Seunghyun atau pada Wonbin oppa,”nasihat Yunmi yang sebenarnya lebih terdengar sebagai hasutan.

===============================

Yewon menelan ludahnya saat melihat Wonbin berjalan keluar dari kamar mandi dengan baju tanpa lengan dan juga celana panjang. Tangan Wonbin tengah mengeringkan rambutnya yang basah dan ntah kenapa pemandangan itu terlihat begitu indah di mata Yewon. Wonbin saat itu benar-benar terlihat sexy dan pria itu semakin sexy saat meneguk minuman dan Yewon benar-benar mematung menatapnya. Ntah kenapa perkataan Yunmi tadi langsung terngiang di telinganya dan dia menggelengkan kepalanya untuk menepis pikiran kotor itu.
“Kau mau makan apa, Yewon-a?,”suara Wonbin terdengar dan dilihatnya pria itu tengah membuka lemari atas, mengeluarkan semua peralatan untuk memasak.
“Apa saja. Buatkan yang pedas,”jawab Yewon.
“Baiklah. Bagaimana kalau… octopus?,”tanya Wonbin menoleh padanya.
“Adakah?,”tanya Yewon dengan mata berbinar.
“Aku baru membelinya tadi. Masih segar,”jawab Wonbin membuka lemari es dan mengeluarkan bungkusan.
“Woah~~~ yasudah, itu saja,”ucap Yewon bahagia.

“Oppa, apakah kau menceritakan semua hal pada Jonghoon oppa?,”tanya Yewon saat mereka tengah menikmati makan malam.
“Kenapa? Apakah Yunmi menanyaimu tentang pernyataan cintaku?,”tanya Wonbin santai.
“Iya,”jawab Yewon.
“Apa dia mengatakan dia tau dari Jonghoon?,”tebak Wonbin.
“Iya,”jawab Yewon.
“Memang kau sebelumnya tidak menceritakan padanya?,”tanya Wonbin menatap Yewon.
“Tidak,”jawab Yewon.
“Ya sudah,”ucap Wonbin.
“Oppa!!!! Kenapa kau jadi tidak jelas begitu?,”ucap Yewon kesal dan Wonbin langsung tertawa.
“Memangnya sebenarnya kau mau mengatakan apa?,”tanya Wonbin.
“Sudahlah, lupakan saja!,”ucap Yewon dan kembali menikmati makan malamnya. Wonbin menatap Yewon dan tersenyum simpul, dia tau jika sebenarnya Yewon malu untuk mengatakan yang sebenarnya, tapi biarkanlah. Dia akan menunggu hingga Yewon memiliki cukup keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya--yang sudah dia tau dengan pasti--.

=======================TBC======================



Please give reaction and leave comment!
Thank's!

Read Chapter 9

CREDIT: Yewonnie @Primadonnas' Island blog

 
 

Followers

My Update

There was an error in this gadget